soremenarik.com

Berbagai Tulisan Artikel Menarik

QRIS
Uncategorized

Jelang Bulan Puasa, Waspada Pengeluaran Membengkak. Cek Tipsnya Di sini!

Puasa tidak berarti kebutuhan untuk konsumsi dan pengeluaran lain berkurang, bahkan semakin membengkak. Hal ini perlu segera disikapi agar tidak terjadi defisit dalam rumah tangga tersebut yang dapat berakibat fatal. Kemudahan bertransaksi seperti penggunaan QRIS bagi sebagian orang bisa menyebabkan boros, padahal sebenarnya hal ini dapat diatasi. 

Cara menggunakan QRIS yang mudah bisa dimanfaatkan secara tepat untuk menghemat pengeluaran dengan beberapa strategi, termasuk membatasi saldo. Dengan demikian selama bulan puasa, pengeluaran keluarga tetap bisa terjaga. 

Faktor yang dapat Meningkatkan Pengeluaran selama Puasa

Cara Menggunakan QRIS

Meski saat puasa jumlah waktu makan berkurang dari sebelumnya tiga kali menjadi dua kali, yaitu saat sahur dan berbuka, ternyata tidak berarti pengeluaran harian menjadi lebih sedikit. Bahkan banyak yang pengeluaran di hampir semua pos meningkat, sedangkan jumlah penghasilan belum tentu naik. 

Hal ini dapat menyebabkan kamu terpaksa harus berutang yang dapat berpengaruh pada kondisi keuangan di masa mendatang. karena itu kamu harus segera mengatasi hal ini agar tidak mengalami masalah keuangan. Penyebab pengeluaran selama bulan puasa membengkak diantaranya:

1. Harga kebutuhan pokok naik

Sudah biasa terjadi di tahun-tahun sebelumnya, mulai dari menjelang puasa biasanya harga semua kebutuhan pokok meningkat. Naiknya harga ini bisa terjadi sebagai imbas dari banyaknya permintaan konsumen. 

Kenaikan harga ini tentu secara langsung akan berdampak pada kenaikan jumlah pengeluaran rumah tangga. Hal ini memang tidak dapat dihindari namun bisa diantisipasi agar kondisi keuangan tetap stabil. 

2. Lapar mata

Momen puasa dan menjelang hari raya banyak dimanfaatkan oleh pedagang untuk menarik pembeli dengan memberikan banyak diskon.

Calon konsumen pun banyak tertarik untuk berbelanja karena lapar mata tanpa memikirkan apakah barang tersebut dibutuhkan atau tidak. Ini yang menjadi penyebab pengeluaran membengkak. 

3. Banyak acara buka puasa bersama

Puasa merupakan waktu yang tepat untuk saling mendekatkan diri dengan mengadakan acara berbuka puasa. Sayangnya banyak yang mengadakan buka puasa dengan teman yang sama atau berbeda berkali-kali.

Sedangkan saat kumpul tersebut biasanya jenis makanan yang dihidangkan atau dipesan untuk berbuka banyak sehingga perlu dana besar. 

Pengeluaran ini seringkali diabaikan dengan alasan hanya dilakukan saat bulan puasa saja. padahal sebenarnya bulan puasa tidak harus disambut dengan berlebihan dalam urusan makan. 

4. Merasa tenang ada THR, padahal belum tentu cukup 

Bagi yang bekerja dan pasti menerima THR, banyak yang khilaf dengan menggunakannya secara berlebihan, bahkan bisa jadi pengeluaran untuk puasa tersebut lebih banyak dari THR yang akan diterima. 

Dengan dalih pengeluaran selama puasa akan tertutup oleh THR yang diterima, banyak yang belanja secara impulsif, baik untuk makanan maupun jenis pengeluaran lainnya. 

5. Pinjaman tanpa jaminan untuk segala kebutuhan menjadi solusi

Kemudahan untuk mendapatkan pinjaman juga menjadi salah satu penyebab banyak orang menjadi boros pada bulan puasa. Banyak yang berpikir, tidak masalah mengeluarkan uang dalam jumlah banyak karena nanti jika kehabisan dapat mengajukan pinjaman. 

Tips Bijak Kelola Keuangan di bulan Ramadhan

Terlalu boros selama bulan puasa tentu bukan hal yang bijak karena dapat berimbas buruk dalam pengelolaan keuangan. Sedangkan sekarang sebenarnya banyak cara untuk berhemat dan mengelola pengeluaran. Tips berikut dapat membantu kamu untuk bisa mengelola keuangan dan berhemat selama bulan puasa: 

1. Tulis pengeluaran harian

Seperti pada hari biasa, salah satu cara yang terbukti mampu membantu dalam pengelolaan keuangan, termasuk meminimalkan pengeluaran selama puasa adalah dengan mencatat semua pengeluaran.

Pastikan setiap uang yang digunakan tercatat sehingga kamu bisa mengetahui pos mana yang membuat boros dan pengeluaran apa yang dapat dikurangi.

2. Dahulukan kebutuhan daripada keinginan

Cara berikutnya yang bisa dilakukan adalah mendahulukan kebutuhan daripada keinginan. Jika mengikuti keinginan, tidak akan pernah ada habisnya. Apalagi dengan mudahnya pedagang melakukan promosi untuk menarik calon pembeli. Kamu bisa tergoda untuk membeli sesuatu yang sebenarnya tidak diperlukan. 

3. Belanja seperlunya

Sikap boros selama bulan puasa bisa terjadi karena kamu berbelanja dalam jumlah banyak, sedangkan sebenarnya kebutuhan untuk makan berkurang. Cara mengatasi hal ini dengan berbelanja seperlunya saja. 

Sebaiknya kamu membuat daftar menu apa yang akan dibuat untuk sahur dan berbuka, selanjutnya rinci bahan serta bumbu yang diperlukan.  Jangan lupa untuk menuliskan berapa banyak barang yang harus dibeli dan berapa anggaran yang disiapkan. 

4. Gunakan pembayaran cashless agar pengeluaran terpantau dengan baik

Untuk berhemat berikutnya, kamu bisa berbelanja dengan menggunakan pembayaran secara cashless, seperti QRIS. Buatlah aturan berapa banyak saldo yang akan diisikan dan kapan mengisinya. Setelah saldo tersebut habis untuk berbelanja, jangan mengisinya lagi agar tidak tergoda untuk berbelanja barang yang tidak dibutuhkan.

Kamu bisa menggunakan digibank QRIS dari digibank by DBS sebagai alat transaksi pembayaran yang lebih mudah untuk membantu tracking pengeluaran dengan cara memasukkannya pada pencatatan keuangan harian secara konsisten.

Cara menggunakan QRIS dari digibank yang mudah dan praktis bisa kamu gunakan untuk bayar sat set apapun tanpa perlu ribet dengan limit Rp10 juta per transaksi per hari yang mana bisa kamu manfaatkan untuk membeli kebutuhan saat bulan puasa. Selain itu kamu juga dapat menikmati banyak promo menarik di merchant pilihan. 

Yuk, langsung nikmati kemudahan bertransaksi memakai digibank QRIS. Klik saja di sini untuk lebih detailnya.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *